Bahasa primitif Alay versi 2.1.0 (cadel tingkat master) Orang dewasa berpendidikan menulis dalam “bahasa…

Bahasa primitif Alay versi 2.1.0 (cadel tingkat master)

Orang dewasa berpendidikan menulis dalam "bahasa cadel": ciyus, miapah, enelan, macapah, macama.

ciyus (serius); miapah (demi apa); macama (sama-sama); enelan (beneran); macapah (sama siapa); cungguh (sungguh); lahacia (rahasia)

Bila kau orang dewasa dan berpendidikan, apalagi tokoh publik, kau takkan terlihat jadi imut karena mengimak bayi yang cadel berbahasa. Jadilah teladan!

Menulis bahasa gaul Alay tidak tepat dalam ruang publik. Pakailah bahasa alienmu itu saat mengirim SMS atau menulis Status terbatas kepada beberapa orang teman dekatmu sesama suku primitif Alay.

[Lagi] surat Arwah Tata Bahasa: Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928

Yth. orang berpendidikan pemakai media sosial,

Pesan kami: jangan sia-siakan Sumpah Pemuda.
Kami mati demi bahasa Indonesia.
Berhentilah menulis dalam bahasa alien 4L@y!
Sebagai orang berpendidikan, jadikan dirimu teladan.

Tabik,
ARWAH TATA BAHASA
+Situs Pribadi Jarar Siahaan 

http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Kata/frasa ambigu: tanda hubung Tanda garis hubung (-) dapat dipakai untuk kata atau frasa yang m…

Kata/frasa ambigu: tanda hubung

Tanda garis hubung (-) dapat dipakai untuk kata atau frasa yang memiliki makna ganda (taksa; kabur; ambigu). Contohnya, pada salah satu artikel di situs pribadiku +Situs Pribadi Jarar Siahaan kutuliskan frasa "ibu-cewek gila".

Jika tanda hubung tak kutulis di sana ("ibu cewek gila"), tidak jelas siapa yang gila apakah "ibu" atau "cewek".

Dengan tanda hubung pada "ibu-cewek gila", maka yang dimaksudkan sebagai gila adalah si ibu.

Kalau yang gila adalah si cewek, penulisannya menjadi "ibu cewek-gila".

Jadi, salah satu fungsi tanda hubung: menghindari makna ganda.

Ibu-cewek gila! | Jarar Siahaan
Siswa curhat ke psikolog: "7 kali pacarku minta ML. Aku cerita ke ibunya, malah diizinkan asal tak sampai hamil." Ibu-cewek yang gila!

Penulisan yang benar: klitik {kau-}, enklitik {-ku}, proklitik {ku-} kautulis dan kau tulis benar…

Penulisan yang benar: klitik {kau-}, enklitik {-ku}, proklitik {ku-}

kautulis dan kau tulis benar.
kutulis benar, tapi ku tulis salah.

Mengapa bentuk kumenulis dan kaumenulis salah?

Selengkapnya, perihal kaidah penulisan klitik, proklitik, dan enklitik dari kata ganti orang engkau dan aku, baca pada artikel terbaru blog Menulis Kalimat Tepat Makna.

http://menuliskalimat.com/2012/10/klitik-proklitik-enklitik.html

Klitik kau-, proklitik ku-, enklitik -ku
Aturan penulisan proklitik ku-, klitik kau-, enklitik -ku: bentuk ringkas pronomina persona (kata ganti orang). Kumenulis atau kutulis? Kauharus, kau harus? Klitik menurut…

menyuguhkan, menyuguhi Kedua kata kerja berimbuhan ini, menyuguhkan dan menyuguhi, terbentuk dari…

menyuguhkan, menyuguhi

Kedua kata kerja berimbuhan ini, menyuguhkan dan menyuguhi, terbentuk dari kata dasar yang sama, {suguh}, tetapi diberi imbuhan yang berbeda: {me-kan} dan {me-i}. Penggunaannya dalam kalimat pun berbeda.

SALAH: Kakak menyuguhkan tamu segelas teh.
BENAR: Kakak menyuguhi tamu segelas teh.

SALAH: Kakak menyuguhi segelas teh kepada tamu.
BENAR: Kakak menyuguhkan segelas teh kepada tamu.

—————————————–
Bagi yang aktif di Facebook, Status-status kebahasaanku juga dapat engkau ikuti di Halaman FB Menulis Kalimat.

http://www.facebook.com/menuliskalimat

Menulis Kalimat | Facebook
Menulis Kalimat, Balige, Indonesia. 337 likes · 22 talking about this.

memerhatikan atau memperhatikan? memunyai atau mempunyai? memesona atau mempesona? memercayai ata…

memerhatikan atau memperhatikan?
memunyai atau mempunyai?
memesona atau mempesona?
memercayai atau mempercayai?
memerkarakan atau memperkarakan?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata berimbuhan yang benar adalah memperhatikan, mempunyai, memesona, memercayai, dan memperkarakan.

Namun, menurutku, KBBI salah dan tidak taat pada aturan afiksasi dalam kasus {mempunyai} dan {memperkarakan}. Seharusnya, berdasarkan kaidah pengimbuhan, yang benar dan baku adalah {memunyai} dan {memerkarakan}. Nanti akan kutulis artikel untuk membahas perkara kedua kata itu.

Saranku: sebaiknya kauikuti saja yang tertulis dalam kamus. Tapi, jika engkau memiliki "iman yang kuat" akan morfologi (tata kata), silakan ikuti aku untuk memerkarakan kata memunyai.